Sabtu, 09 Juni 2012

EKONOMI KESEJAHTERAAN


EKONOMI KESEJAHTERAAN

DEFINISI TEORI EKONOMI KESEJAHTERAAN
Teori ekonomi kesejahteraan mempelajari barbagai kondisi di mana cara penyelesaian dari model ekuilibium umum dapat dikatakan optimal. Hali ini memerlukan, antara lain, alokasi optimal factor produksi di antara komoditi dan alokasi optimal komoditi (yaitu distribusi pendaoatan) diantar konsumen.
Alokasi factor produksi dikatakan optimal Pareto jika proses produksi tidak dapat diatur lagi sedemikian rupa guna menaikkan output dari satu atau lebih komoditi tanpa harus mengurangi output komoditi lain. Dengan demikian, dalam perekonomian dua komoditi, kurva kontak produksi adalah tempat kedudukan alokasi factor produksi yang optimal Pareto dalam proses produksi kedua komoditi. Demikian pula alokasi komoditi dapat dikatakan optimal Pareto jika system distribusi tidak dapat diatur lagi sedemikian dalam perekonomian dua individu, kurva kontrak konsumsi adalah tempat kedudukan distribusi komoditi yang mencapai optimal Pareto antara dua individu.
KRITERIA PARETO
Kriteria Pareto menilai keinginan relative dari berbagai penggunaan sumbe rdaya. kriteria ini merumuskan bahwa keuntungan masyarakat dan kesejahteraan sosial akan meningkat dangan adanya realokasi sumber daya sehigga semua individu memperoleh keuntungan atau paling tidak ada individu lainya yang berkurang kepuasannya.
KEGUNAAN KRITERIA PARETO
Kriteria Pareto memberikan pedoman hanya jika tidak ada kepuasan individual yang berkurang dengan adanya relokasi. Pendakatan ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungannya adalah pemisahan perbandingan kepuasan antar-personal atau manfaat dan kerugian bagi orang-orang yang berbeda. Kriteria ini dapat dikatakan cukup obyektif. Namun demikian, banyak atau hampir semua kebijaksanaan selalu mengakibatkan ada orang yang beruntung dan ada yang rugi. Oleh karena itu sangat perlu untuk mengembangkan kriteria tambahan untuk mengevaluasi relokasi yang diajukan.
KRITERIA PARETO MENGHASILKAN KRITERIA EFISIENSI
Kriteria Pareto merupakan dasar bagi suatu pengevaluasian efisiensi penggunaan sumber daya. Suatu alokasi sumber daya dikatakan efisien secara Pareto jika dalam upaya untuk menaikkan kepuasan bagi paling tidak satu orang anggota masyarakat akan memerlukan penurunan tingkat kepuasan paling tidak untuk satu orang anggota masyarakat lainnya.
EFISIENSI PARETO PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
            Suatu perekonomian persaingan sempurna dapt menghasilkan alokasi sumber daya yang bersifat Pareto-efisien. Ada 3 syarat untuk mencapai alokasi tersebut yaitu:
1.    Efisien produksi: MRTS antar dua input harus sama untuk semua produsen yang menggunakan kedua input tersebut.
2.    Efisiensi konsumsi: MRS antara setiap dua barang harus sama untuk semua konsumen yang menggunakan kedua brang tersebut.
3.    MRT=MRS: MRT dalam produksi antar setiap dua barang harus sama dengan MRS dalam konsumsi diantara konsumen barang tersebut.
Ketiga syarat ini perlu untul efisiensi Pareto. Hal ini dapat dilihat dengan pengujian alokasi yang tidak memenuhi ketiga syarat ini.
PERSAINGAN SEMPURNA MEMENUHI SYARAT-SYARAT EFISIENSI
            Suatu model pasar persaingan sempurna akan menghasilkan suatu alokasi yang secara simultan memenuhi ketiga syarat yang telah disebutkan dimuka karena:
1.    Harga-harga mengatur “penjernihan” (clear) setiap pasar.
2.    Semua partisipan menerima harga sebagai hal yang yang given.
3.    Semua partisipan melakukan optimisasi (kepuasan, biaya, dan laba).

ALOKASI-ALOKASI PARETO-EFISIEN
            Ada banyak alokasi pareto efisien yang tersedia untuk suatu perekonomian. Ada satu atau lebih alokasi pareto-efisien yang sesuai dengan setiap titik pada suatu PPB, dan ada titik-titik yang tak terbatas jumlahnya pada PPB tersebut.
PREFERENSI INDIVIDUAN AKAN ALOKASI-ALOKASI PARETO EFISIEN
            Individu-individu dalam suatu perekonomian bisa mempunyai preferensi tertentu untuk satu alokasi pareto efisien dibanding alokasi lainnya. Setiap penyelesaian keseimbangan umum secara tak langsung menunjukkan distribusi barang atau pendapatan diantara para partisipan dalam perekonomian tersebut. Masing-masing individu akan lebih menyukai distribusi pendapatan yang menghasilkan kepuasan personal yang tertinggi.
EKONOMI KESEJAHTERAAN MODERN
Ekonomi Kesejahteraan Modern berkaitan dengan kriteria pemilihan diantara semua alokasi yang Pareto-efficient. Pilihan tersebut secara relatif sederhana untuk suatu perekonomia satu-orang. Teknik optimal yang sama dapat diterapkan pada perekonomian dengan banyak orang. Namun demikian persoalan-persoalan menjadi lebih rumit dalam perekonomian yang memiliki dua atau lebih. Jika ekonom mencoba untuk mengkombinasikan tingkat kepuasan individual ke dalam kepuasan masyarakat maka permasalahan akan timbul.
FUNGSI KESEJAHTERAAN SOSIAL
Suatu fungsi kesejahteraan masyarakat adalah suatu ukuran agregatif kesejahteraan masyarakat yang berdasarkan pada tingkat kepuasan anggota-anggota masyarakat sacara individual. Fungsi kesejahteraan masyarakat memungkinkan pembentukan kurva-kurva indiferens  sosial sepanjang kesejahteraan sosial adalah konstan. Kesejahteraan sosial merupakan fungsi kepuasan semua orang dalam suatu perekonomian.


CIRI-CIRI FUNGSI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Kenneth Arrow merumuskan bahwa suatu fungsi kesejateraan sosial mempunyai ciri ciri sebagai berikut:
1.    Pilihan-pilihan bersifat trasitif
2.    Pilihan tidak dapat dipaksakan oleh seorang individu
3.    Perbaikan-perbaikan kepuasan seseorang tanpa penurunan tingkat kepuasa yang lainya tidak dapat menurunkan/mengurangi peringkat kesejahteraan sosial.
4.    Peringkat pilihan seseorang berhubungan dengan lainnya tidak ternggantung pada berbagai pilihan alternatif
TEORI SECOND BEST
Teori Second Best menyatakan bahwa semua syarat yang diperlukan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang optimum tidak dapat dicapai penambahan satu syarat lagi tidak akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat malah mungkin menurunkan kesejahteraan.
Teori Second Best mempunyai beberapa implikasi kebijaksanaan. Tidak ada alasan secara teoristis untuk mengharapkan bahwa setiap perbaikan alokasi akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Bahkan suatu relokasi yang menyebabkan syarat marjinal efisiensi terpenuhi pada satu sektor belum terntu memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat dalam sistem ekonomi tersebut.
EKSTERNALITAS DAN KEGAGALAN PASAR
Eksternalitas adalah selisih antara biaya perorangan dan biaya sosial atau antara keuntungan perorangan dan keuntungan sosial. Dalam berbagai kasus "kegagalan pasar," mengejar keuntungan perorangan tidak akan membawa kepada kesejahteraan sosial maksimum, meskipun persaingan sempurna ada dalam seluruh pasar.
Suatu pasar dikataka “gagal” jika system tersebut tidak mencapai alokasi sumber daya yang memenuhi Pareto-efficient karena masalah yang inheren (dalam dirinya). Perekonomian pasar bisa gagal jika setiap keadaan berikut terjadi:
1.    Struktur pasar persaingan tidak sempurna
2.    Paling tidak satu orang yang mempunyai biaya dan manfaat eksternal yang berhubungan dengan barang tersebut
3.    Paling tidak satu barang merupakan barang public (public good).

BARANG-BARANG PUBLIK
Kegagalan pasar juga bersumber dari keberadaan barang publik (public goods). Barang publik merupakan barang yang bebas dikonsumsi (nonrival in consumption). Yaitu, pemanfaatan barang atau jasa tersebut oleh seseorang sama sekali tidak mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk turut menikmatinya. Sebagai contoh adalah siaran televisi. Siapa saja bebas menikmatinya tanpa mengganggu atau mengurangi kesempatan orang lain untuk turut menikmatinya. Sebagai contoh, jika seorang individu menonton televisi, tidak akan mengganggu kesempatan orang lain untuk turut menikmatinya dalam waktu yang bersamaan. Terkadang memang ada barang publik yang eksklusif yang hanya bisa dinikmati oleh sebagian masyarakat (misalnya, TV. Cable), (yaitu hanya mereka yang membayar yang mendapat pelayanan), namun secara umum siaran TV merupakan barang publik yang bebas dinikmati siapa saja. Sedangkan yang lain adalah barang publik yang noneksklusif, misalnya pertahanan nasional suatu negara. Semua warga negara, baik yang membayar pajak ataupun yang tidak, bisa menikmatinya dengan bebas.
Barang publik yang noneksklusif acap kali menimbulkan free-rider problem (masalah penumpang gelap), yaitu adanya sebagian orang yang tidak bersedia berpartisipasi dalam pengadaan barang publik tersebut (misalnya membayar pajak), karena mereka berpendapat bahwa berpartisipasi atau tidak, barang¬barang publik itu pasti tersedia. Pada dasarnya, pengenaan pajak yang dilakukan pemeriritah merupakan wahana untuk mengajak semua anggota masyarakat berpartisipasi dalam pengadaan barang-barang publik. Meskipun cara ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah tersebut. Karena individu tidak memiliki insentif untuk mengungkapkan preferensi atau permintaan mereka atas barang-barang publik secara tepat. Oleh karena sebagian besar barang publik dapat dinikmati oleh banyak orang dalam waktu bersamaan, permintaan agregat atas barang publik dapat diperoleh dengan menjumlahkan secara vertikal kurva-kurva permintaan setiap orang yang mengkonsumsi barang publik tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Drs. Lincoln Arsyad.Msc, Ekonomi Mikro, 1999
Dominick Salvatone, Teori Mikroekonomi (Yogyakarta: Erlangga)
http://fakhrizajanuardi.blogspot.com/2011/07/teori-ekonomi-kesejahteraan.html



2 komentar:

bayu rahmadi putra mengatakan...

terima kasih atas postingannya

SITI ZULAIKHA mengatakan...

terimakasih kembali